Mengapa Perlu Belajar Manajemen Proyek

-Dikerjakan untuk tugas resume mata kuliah MPTI-

Pada tahun 2560 SM Piramida Agung Giza dibangun oleh Firaun Khufu, penguasa Mesir Kuno saat itu. Bangunan ini sampai sekarang dianggap sebagai salah satu keajaiban dunia dalam bidang arsitektur. Piramida ini dibangun dengan ketinggian 145 m dengan 2.300.000 blok batu dari tanah liat yang dibakar. Proses pembangunan memakan waktu selama 30 tahun dengan melibatkan 100.000 orang pekerja.

Kondisi ini belum lagi dihitung dengan jumlah tempat tinggal yang harus disediakan, makanan untuk pekerja, dan perencanaan yang membutuhkan waktu yang lama. Bisa dibayangkan bagaimana mengelola dan mengatur ribuan orang dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul karena keterbatasan teknologi.

Keadaan serupa juga dialami dalam pembangunan-pembangunan proyek besar lainnya seperti pembangunan Tembok Besar Cina, Candi Borobudur di Indonesia, kota pengunungan Machu Pichu di Peru dan berbagai keajaiban dunia lainnya. Kesemuanya membutuhkan waktu yang lama, resource yang banyak, dan biaya yang besar.

Jauh sebelum masehi, proyek berskala besar memang sudah ada seperti contoh diatas, pembangunan Pyramid di Mesir, Colleseum di Roma, Menara Eifel di Prancis, Taj Mahal di India, Tembok Besar di Cina, Candi Borobudur di Indonesia, dan sebagainya. Pembangunan besar seperti ini tentu memerlukan cara-cara yang sistematik sehingga proyek berjalan sesuai rencana. Mulai dari mencari tempat dan bahan dasar, merencanakan pembangunan, proses pengerjaan, pengawasan sampai proyek selesai.

Namun kondisi dulu dengan sekarang jauh berbeda. Keterbatasan teknologi merupakan salah satu kendala orang zaman dulu. Mereka harus mengerjakan semuanya dengan cara manual. Melibatkan ribuan orang dalam suatu projek. Belum lagi waktu yang dihabiskan sampai puluhan tahun. Mungkin semangatlah yang menjadi modal utama mereka.

Kemudian pada pertengahan abad ke-20 muncul ilmu manajemen proyek sebagai solusi yang ditawarkan dengan tujuan dapat mengelola pembangunan secara efektif dan efesien.

Dua ungkapan asing menjadi pedoman lahirnya ilmu manajemen proyek “doing the right things”, menggambarkan bagaimana melakukan sesuatu agar tepat sasaran atau disebut dengan efesien dan “doing thing right”, menggambarkan bagaimana melakukan sesuatu sehingga tujuan tercapai yang kemudian disebut dengan efektif. Kemudian dilakukan perumusan sehingga maksud dari ungkapan tercapai.

Kemudian kita bandingkan proses pembangunan setelah ilmu manajemen proyek muncul. Kita ambil contoh pembangaunan The Empire State Building di Kota New York. Bangunan ini merupakan sebagai salah bangunan tertinggi di dunia dan dianggap sebagai keajaiban arsitektur modern. Bangunan ini terdiri dari 102 tingkat dengan tinggi 381 m ditambah dengan menara TV diatasnya setinggi 67,7 m dan dapat dilihar dari jarak 80 km. Bangunan ini diselasaikan dalam jangka waktu 2 tahun.

Di Indonesia sendiri dalam rangka menjawab berbagai permasalahan yang timbul. Pemerintah melakukan berbagai macam pembangunan terutama dalam pembangunan dalam bentuk fisik. Pembangunan tol di Jakarta merupakan salah satu contoh solusi menghadapi permasalahan kemacetan yang sudah lama terjadi, pembangunannya tentu membutuhkan ilmu manajemen dimana pembangunan ini dilakukan di jalan umum yang sedang dipakai. Kemudian kembali ke beberapa tahun silam, ketika Pemerintah Indonesia membangun kembali Provinsi Aceh setelah hancur diterjang bencana alam tsunami. Dengan kondisi tidak adanya sarana transportasi, waktu yang terbatas, dan mungkin keuangan pada saat itu. Namun dengan perencanaan dan pelaksanaan sungguh-sungguh serta didukung oleh ilmu manajemen proyek, pemerintah mampu membangun kembali Provinsi Aceh kurang dari empat tahun.

Kondisi seperti inilah sehingga sebuah ilmu khusus untuk menanganinya dibutuhkan. Bayangkan kalau bencana alam tsunami terjadi pada awal-awal tahun masehi, mungkin Aceh akan menjadi lahan kosong tanpa berpenghuni. Karena lambatnya penanganan sehingga rakyatnya pergi atau meninggal disebabkan oleh wabah penyakit.

Dari beberapa contoh diatas sepertinya sudah mampu menjelaskan betapa pentingnya mempelajari ilmu manajemen proyek. Bukan hanya tentang waktu yang cepat dan lebih hemat, tapi tentang bagaimana sebuah pemerintahan memberikan pelayanan kepada masyarakat dan perusahaan memberikan kepuasan kepada pelanggannya.

Daftar Pustaka:

7 Keajaiban Dunia Jaman Kuno dan Modern. (2013, Februari 12). Retrieved from Kamus Ilmiah: http://www.kamusilmiah.com/sejarah/7-keajaiban-dunia-jaman-kuno-dan-modern/

Baddal, M. A. (2013, Februari 12). Menguak Rahasia Mesir Kuno. Retrieved from sejarah.kompasiana.com: http://sejarah.kompasiana.com/2012/01/30/menguak-rahasia-mesir-kuno-membangun-piramida-agung-giza-434836.html

Soeharto, I. (1995). Manajemen Proyek Dari Konseptual Sampai Operasional. Jakarta: Erlangga.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s